Minggu, 10 Oktober 2010

MY STORY

hari ini demikian cerah, matahari setengah naik menghangatkan bumi, awan terlihat seperti deretan kapas yang terbang di langit, dua pegunungan terlihat hijau dari kejauhan, serasi dengan langit yang membentang luas.

waktunya untuk terbang, kukepakkan sayap bersama dengan sahabat-sahabatku yang lain, peralihan dari musim hujan ke musim panas adalah favorit bagi capung untuk terbang mencari makanan.

pluk..... aku menabrak sesuatu yang bening dan tipis, Ya Tuhan aku telah terperangkap ke dalam plastik penangkap capung yang dibuat oleh manusia-manusia kecil, ternyata bukan hanya capung saja yang suka pada pergantian musim ini.

"aku dapat satu nih capungnya... masih muda... aku akan cari yang warna ekornya merah, kelihatannya mereka lebih gesit dan susah ditangkap." aku dan teman-teman kecilku sedang berburu capung di tengah hari ini.... " eh, ada banyak tuh yang sedang hinggap di tembok, kesana yuk?" salah satu temanku mengajak.

hari itu aku dan teman-temanku menangkap banyak capung, capung hasil tangkapanku ku taruh di plastik yang telah kuberi lobang ventilasi. tak berapa lama, capung dalam kantong plastikku mulai panuh, kulihat mereka saling berdesak-desakkan dan terlihat embun dalam plastik, mungkin mereka sudah ingin merasakan kebebasan di alam terbuka, kemudian kubukalah kantung plastikku yang berisi capung-capung tangkapanku.....

Allahuakbar...!!! aku berteriak dengan gembira kembali merasakan kebebasan Tuhan, terimakasih Tuhan, dan terimakasih hai manusia kecilku