Rabu, 26 Mei 2010

WISEMEIN

TWILIGHT_THE BEGINNING

listen to your heart, there is the place were i could find a peacefull and happiness. in this life, it so much event that maybe i could accept or unready to stand with it, so i need to listen into my heart to take the best action. i need a comfortable mind in my life, and to reach that meaningfull mind i need to take a peacefull mind too, thats why i believe that some where here and there, there is a powerfull existence that i call god, i belive that god may bring me into the mature and meaningfull and peacefull person and somehow i believe too that together with the other person and our lovers person, i will much more happiness person, for everybody that listed, i would be verry honored to hear

the key of growing my heart is introspection it, need some live experience to could do that and it need so much and as lot as possible to do interaction with another. honesty is the spirit of a good interaction, and humble to help the suffer or whose that need help near me. need a long and long distance, much more patience, and try to accept whatever the condition is like. i pray to God day and night to keep me in the right path, i can feel much more better to take a breath, to feel, to doing with no doubt, without pretending, without prejudice and something about that.

i am standing in the wheel, i have to rotate my wheel faster and faster so i can keep balance and so i need not to waste energy so that my wheel could rotate it self in this right road.

It is a wonderful gift that God give me a life, in this life God bless me with love to let me know that life is beautiful, although if i hope its far to deny, but everything that God create in me are still exist and still flowing beneath my breath my blood and also my existence it self. although God unsaw by me, i can feel it very real at the sun, moon, flowers, in a peoples life, and in the set and rise of the sun. to make my life much more wonderfull and beautifull, i take a chance to face everything to make me know, make me see, make me feel, what God whants me to know, feel, see to be what God whants me to be.

If i look to the past, it is always the same view, there is so many lesson that i can learn from the other people, they give me advice so i am at the current place and current time. i know that it is impossible to live alone, and to do so i have to obey some rule in this society. each people had their own rule depends on self history and where they live in , that effected to the rule on society where not only one people allow in. i have to compromise with the other which is my family, friends, and other people. i am impossible to be perfect, and i try my best to be a good person for the other, i can get use to be like it, because i believe it.

Chapter I

Alkisah pada suatu masa, sebelum diciptakannya bumi... tersebutlah sebuah negeri yang damai dan disebut negeri abadi, yang dihuni oleh makhluk-makhluk yang serupa manusia yang umurnya sebaya anak remaja dan tetap muda selamanya, tubuh mereka bercahaya seperti lentera yang terang berbalut dengan jubah kain putih yang juga bercahaya terang nan lembut dan mereka hidup berdampingan dengan damai dan bersahaja.

pada suatu waktu ada makhluk yang bernama Malakhi bertanya kepada Sang Pencipta, '' Wahai Yang Maha Agung, apakah tidak ada makhluk lain dan tempat lain Yang Engkau ciptakan selain disini Wahai Yang Maha Sempurna?" Kemudian Malakhi menerima jawaban bahwa sesungguhnya Dia akan menciptakan bumi dan langit serta alam semesta, kemudian Sang Pencipta akan menghidupkan sepasang manusia yang akan menghuni bumi tersebut serta makhluk-makhluk bumi lainnya. kemudian Sang Pencipta akan mengirimkan satu dari makhluk-Nya di negeri abadi yang paling cemerlang untuk menjaga bumi dan langit, dan Malakhi dititahkan untuk menjadi penjaga langit dan bumi, dan tentu saja Malakhi harus menerima perintah tersebut dan melaksanakannya dengan baik.

setelah bumi dan langit diciptakan kemudian manusia pertama diciptakan yang berjenis kelamin laki-laki yang diberi ilmu seluruhnya tentang penghuni bumi mulai dari tumbuh-tumbuhan hingga benda-benda yang ada di bumi, hingga Malakhi sendiripun terpana akan luasnya pengetahuan yang dimiliki manusia pertama tersebut yang bernama Khael. setelah beberapa lama waktu tinggal di bumi bersama Malakhi, Khael merasa ingin memiliki teman manusia untuk bisa menemani hidupnya, dan Malakhi secara diam-diam telah mengetahui apa yang tersembunyi di benak Khael. pada suatu waktu ketika Khael sedang termenung di sebuah bukit nan hijau sedang mengamati indahnya danau di hadapannya sembari melihat sepasang burung putih yang sedang bermain di danau tersebut, Khael datang dengan cahaya putih bersih dari samping kanan Khael......

"Wahai manusia yang paling beruntung di bumi, sesungguhnya aku tahu apa yang tersimpan dalam hatimu, dan aku akan memberitahumu sebuah berita yang sangat menggembirakan, yaitu sesungguhnya tidak lama lagi atau setelah hari ini semua yang engkau munajatkan akan terkabul atas izin Yang Maha Perkasa dengan usahamu selama engkau di dunia ini, maka bersuka citalah sahabat manusiaku" kemudian dari tubuh Malaki keluar cahaya yang sangat terang dan terpencar ke segala penjuru arah..... dan Khael seletika itu sangat terkejut dan mencari ke mana Nalaki menghilang, hingga tiba di sebuah tempat di ujung sebuah danau dengan gua yang besar, dan karena langit sudah gelap, maka Khael mencari sesuatu untuk menghangatkan sekitarnya, dan dibuatnyalah api unggun kayu-kayu di dekat dia.

malam itu udara demikian hangat, langit di sekitar Lembah demikian cerah dipenuhi dengan bertabur bintang-bintang yang sangat indah, hewan-hewan kecil sejenis seranggga terbang mengeluarkan cahaya mirip nyala api yang berwarna terang memenuhi padang rumput di sekitar gua,......... dalam benak Khael sungguh dipenuhi oleh apa yang dikatakan oleh Malakhi, dan dia bertanya-tanya atas kejadian yang tidak biasanya dilakukan oleh Malakhi menghilang begitu saja dengan sangat misterius. di tengah kebingungan yang ada Khael terlelap karena kelelahan mencari jejak Malakhi sahabatnya memimpikan apa yang terjadi siang hari tadi,... di tengah tidurnya terdengarlah suara yang sangat keras di atas gua, sesuatu dari luar angkasa telah jatuh tepat di atas gua, dan Khael pun terjaga seketika dan terkejut melihat disekelilingnya dipenuhi asap yang sangat pekat dan nyala api di sekitar mulut gua. samar-samar dilihatnya bayangan hitam mendekat dari arah mulut gua, setelah dilihatnya dengan jelas ternyata dia adalah sesosok mirip Malaki, hanya saja cahanya tidak terang seperti sahabatnya itu. kemudian Khael tersadar ada tangan terulur kearahnya dan didengarnya suara yang agak berat dari arah sosok misterius tersebut " Mari kuantar kau ketempat yang aman sebelum tempat ini hangus terbakar, dan Khael pun menyambut uluran tangan tersebut setelah dia sadar bahwa tempatnya berbaring tadi telah dipenuhi asap dan hampi runtuh karena sesuatu telah membentur bagian atasnya.

Khael dan sosok misterius tersebut berlari menjauhi gua hingga sampai di tempat yang aman dari serpihan benda-benda angkasa yang masih menyala dengan api di sekitarnya. Khael melihat bahwa di sekitar gua terdapat benda-benda menyala dan mengeluarkan asap yang berhamburan di mana-mana. " perkenalkan, namaku Elficura, Hugo Elficura aku datang ke sini atas utusan Yang Maha Perkasa untuk menyelamatkanmu dari bencana, hai Khael! dan aku akan memberitahumu sesuatu yang tidak kamu ketahui dari Malakhi, yaitu bahwa sesungguhnya teman manusia kamu yang diciptakan-Nya sebagai pasangan hidupmu telah ada sejak kamu diciptakan, dan Malaki telah memisahkannya darimu di tempat yang tidak kamu ketahui dan sulit ditempuh, karena sesungguhnya dia merasa iri dengan manusia yang begitu beruntung dapat hidup di bumi dengan bebas dengan pasangannya, dan aku akan menunjukkan kepadamu, Khael, dimana pasanganmu tersebut berada, akan tetapi ada satu hal yang harus kaupenuhi, apakah kamu sanggup untuk memenuhinya, Khael?"

Khael masih bertanya-tanya siapakah gerangan sosok yang memperkenalkan diri sebagai Hugo Elficura tersebut, dan dari manakah dia bisa mengetahui namanya, apakah benar dia diutus untuk menyelamatkannya.
"Apakah yang harus kulakukan supaya engkau mengatakan kepadaku dimana keberadaan dia yang akan menjadi teman hidupku itu, Hugo?"
dengan seringai yang disertai tawa terbahak-bahak Elficura menjawab "wahai manusia yang lemah, hanya satu hal, yaitu jangan sampai Malakhi mengetahui hal ini darimu"
Khael merasakan bahwa sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Hugo
"Mengapa aku harus menyembunyikannya dari Malakhi, dia yang kutahu adalah sahabat terbaikku, mengapa aku harus percaya kepadamu, Hugo?"
"Kau tidak harus percaya kepadaku, akan tetapi kamu akan kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan kekasihmu jika kamu tidak mengikutiku!" jawab Hugo dengan nada memaksa.

"Hai makhluk jahat, enyahlah kau dari hadapanku, karena aku tidak akan percaya kepadamu selamanya!" Khael menyentak dengan keras.

seketika itu pula Hugo Elficura meradang dan menghempaskan Khael ke arah pohon di belakangnya, "Ahhh!!" terasa tubuh Khael membentur batang pohon dengan keras. perlahan-lahan dia bangkit dan mengambil balok kayu dan dihantamkannya ke tubuh Hugo, "prakk!!!" kayu terbelah mengenai bahu Hugo yang hanya diam saja menunggu reaksi dari Khael, "Hua!haha!!" Hugo menyeringai dengan garang dan dari tubuhnya mengeluarkan cahaya merah yang sangat pekat dan panas, Khael seketika berlari menjauhi Hugo yang meradang.

Sekilas nampak oleh Khael tubuh Hugo berubah menjadi sosok makhluk lain yang lebih besar adri ukuran semula dan begitu menyeramkan. Sesosok monster naga merah berukuran tinggi 7 meter dengan sepasang sayap yang kuat dan kuilt kasar.

sesaat kemudian monster jelmaan Hugo Elficura menyemburkan api kesegala arah, dan seketika itu juga Khael berlari sekencang-kencangnya menghindari semburan api naga yang dapat menghancurkan segala yang diterjangnya ke arah bukit. bagaimanapun kencangnya Khael berlari, namun naga tetap lebih unggul, sehingga dalam waktu yang tidak cukup lama naga merah dapat mengejar Khael, dengan bengisnya naga melakukan lompatan untuk menerjang Khael dari arah belakangnya.

hanya berjarak satu inci sebelum cakar naga merah mencengkeram tubuh Khael, sesosok makhluk berwarna keemasan menerjang sang naga dari arah samping kiri, sang naga terperosok ke dalam jurang dengan tebing yang curam dan dalam di bukit tersebut.

ternyata sosok keemasan tersebut adalah sepasang singa gunung yang berkuasa di wilayah bukit tersebut, sepasang kuda putih mendekati Khael dan khael menaiki salah satunya, dengan cepat sang kuda putih berlari ke puncak bukit yang hijau dengan padang rumput yang dipenuhi bunga warna-warni yang harum dan indah. sang singa menjaga di belakang dari sang naga yang masih terperangkap di dasar tebing.

sesampainya di puncak Khael melihat sosok cahaya putih dari arah kebun dan pepohonan didepannya samar-samar dilihatnya sesosok makhluk yang sebaya dengan Khael dengan wajah yang menawan hati Khael, dengan perlahan mereka saling mendekat.

"Salam wahai bidadari, aku Khael, mendekatlah dan siapa namamu?"
dengan malu-malu sang bidadari mendekat Khael dan berkata dengan lembut
"Hamba adalah bidadari engkau wahai tuanku, dan hamba akan mengabdikan hidup hamba kepadamu, dengan sepenuh hati melayani tuanku, dan nama hamba adalah Mathaaya"
dengan perasaan gembira dan haru Khael menyambut Mathaaya
"Sungguh di hari yang bahagia ini, bersediakah engkau menjadi pendampingku, wahai Mathaaya?"
dengan tulus Mathaaya menjawab:
" dengan senang hati tuanku"
dan merekapun saling bersatu dalam rahmat Sang Maha Pencipta......di dalam suatu ikatan pernikahan yang agung, disaksikan oleh seluruh penghuni negeri abadi, dan Sang Maha Pencipta. Amin :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar